BRMP SDLP Paparkan Strategi Restorasi Lahan Berbasis Data di The Landformation 2026
Jatinangor, 11 September 2026 — Upaya memulihkan tanah dan lahan pertanian membutuhkan lebih dari sekadar rehabilitasi di lapangan. Pemahaman terhadap karakteristik tanah, ketersediaan data yang akurat, serta pemanfaatan teknologi menjadi fondasi penting agar restorasi dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Pesan tersebut mengemuka dalam paparan Ibrahim Adamy Sipahutar pada Seminar Nasional The Landformation 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (HIMATAN) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, bertema “Regenerating Soil, Restoring The Land”.
Mewakili Kepala BRMP SDLP, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanah dan Pupuk, Ibrahim Adamy Sipahutar, lebih lanjut menyampaikan strategi restorasi lahan yang menempatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Ibrahim menggarisbawahi pentingnya pendekatan hidropedologi untuk memahami keterkaitan tanah dan air dalam menentukan keberhasilan restorasi. “Restorasi yang berhasil harus bertumpu pada pemahaman terhadap tanah dan air serta didukung data tanah yang benar,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan. Ia menguraikan sejumlah aspek yang saling berkaitan, mulai dari regulasi perlindungan tanah dan lahan kritis, penyusunan policy brief berbasis data ilmiah, kolaborasi Penta Helix, hingga peluang ekonomi restorasi melalui Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Pada sisi kelembagaan, BRMP SDLP juga memiliki peran strategis sebagai penyelenggara Informasi Geospasial Tematik (IGT) bidang tanah, kesesuaian lahan, dan gambut serta sebagai Wali Data. Ketersediaan data spasial yang akurat dan beresolusi tinggi menjadi semakin penting untuk menangkap perubahan lahan secara lebih detail dan mendukung kebijakan yang berbasis bukti.
Pesan mengenai pentingnya data dan teknologi tersebut kemudian hadir secara nyata di area pameran The Landformation 2026. Stan BRMP SDLP menjadi salah satu ruang interaksi peserta untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan teknologi yang dikembangkan dalam mendukung pengelolaan sumber daya lahan pertanian. Peta tanah, soil sensing kit, perangkat uji tanah, SISCrop, dan INASOIL menjadi bagian dari produk yang diperkenalkan kepada pengunjung. Informasi mengenai gambut serta perkembangan Nilai Ekonomi Karbon dan perdagangan karbon juga menarik perhatian, terutama karena isu tersebut semakin berkaitan erat dengan upaya menghadapi perubahan iklim. Peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tampak antusias berdiskusi dan menggali informasi mengenai pemanfaatan teknologi serta data sumber daya lahan. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi yang lengkap, mutakhir, dan mudah diakses semakin penting, khususnya bagi generasi muda yang akan menjadi bagian dari ekosistem pertanian masa depan.
Kehadiran BRMP SDLP sebagai narasumber sekaligus peserta pameran memperlihatkan bagaimana pengetahuan, data, dan teknologi dapat dipertemukan dalam satu ruang pembelajaran dan kolaborasi. Tidak berhenti pada penyediaan data, BRMP SDLP terus burupaya agar hasil perakitan dan modernisasi sumber daya lahan dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, praktisi, maupun pemangku kebijakan. Melalui pendekatan tersebut, restorasi lahan diharapkan tidak hanya mampu memulihkan fungsi tanah saat ini, tetapi juga menjaga produktivitas dan keberlanjutan lahan untuk generasi mendatang. Sebab, sebagaimana pesan yang diusung dalam kegiatan ini, “Satu Tanah, Satu Masa Depan: Pulihkan Lahan, Wujudkan Kehidupan.”